Hari ini merupakan hari paling
'bersyukur' bagiku. Ditengah-tengah kesibukan dengan tugas kuliah permukiman
kota yang memaksa untuk selalu bergadang, sms dari mereka membuat hari jadi
berbeda. Naskah yang ku buat diapresiasi sedemikian rupa, walau ku tak bisa
melihat secaara langsung bagaimana hasil dari perjuangan anak IPA G tersebut.
Ucapan terimakasih mereka yang begitu tulus juga membuat bibir ini untuk tak
berhenti tersenyum.
Siapa sangka ?
Liburan semester telah dimulai.
Pulang kampung juga sudah menjadi hal wajib dilaksanakan bagi kita sebagai
mahasiswa yang notabennya jauh dari rumah. Bersama dengan teguh, malek, manda
dan faiz berangkat nonton LIBANJAR, acara tahunan SMAN I PAMEKASAN. Selain
keseruan lomba basket tersebut, saat itu juga dijadikan sebagai ajang reuni
'tak' resmi. "Mas..." suara Ela dan Reta memanggil namaku.
"Mas..... kelasku disuruh
buat drama kayak pentas seni dullu tuuh mas.Bisa bantu gak?."
celetuk Ela sebelum ku sempat jabat tangannya.
Dengan menganggu, tanda setuju
Reta lalu tersenyum. Tanpa pikir panjang, langsung aku iakan permintaan
mereka.
"Ke rumah saja kalo gitu!
Jangan bicara disini." aku menghampiri Teguh dan kawan-kawanku yang lain.
Esok hari, awal buat naskah
Kepala pusing mikir buat persiapan
briefing dan open house UB, ditambah dengan masalah naskah yang harus beda
dengan yang lain. 'SETAN MENCARI SUAMI" judul yang terlintas dipikiran.
Alur cerita juga sulit untuk aku tentukan. Tidak boleh monoton, seru dan yang
paling penting sesuai dengan karakter sifat anak-anak kelas IPA G. Untung
sebagian anak kelas IPA G sudah ku kenal, jadi tidak perlu lagi repot untuk
mengetahui sifat dan karakter mereka.
Syarat-Syarat
"Dek......kalau kamu mau ku
bantu ada syaratnya!."
"Apa mas ?." expresi
muka Ela berubah jadi datar tanda terkejut.
"Sebelum aku berangkat ke
Malang, kalian satu kelas mau foto bareng dengan ku." dia hanya tersenyum
dan mengangguk tanpa henti.
Beberapa hari kemudian, aku
dibingungkan dengan target pengunjung acara open house di pendopo wabub yang
harus melebihi pengunjung open house tahun lalu.
"Kalian juga mau aku bantu,
asalkan satu kelas nanti kalian datang ke open house UB di pendopo!."
Siapp..........
Untung, mereka semua dateng pada
hari I dan hari ke II acara open house. Buntung, aku harus bantu mereka buat
naskah.
Kumpul di rumah
"Mas....aku ke rumahmu
sekarang!." bunyi sms dari Dimas dan Maudina. Sial pikirku.....aku
sekarang niat buat berangkat ke Bicorong rumah orang tuaku. Pasalnya selama
liburan, aku juga belum pernah pulang ke sana.
Tiit.....tiit.........suara
klakson penurun semangat depan rumah. Semuanya ternyata juga ikut ke rumahku,
'ternyata mereka bener-bener butuh dan ada niat buat kerja kelompok ni."
Pikirku dalam hati. Dan gak tau kenapa, aku langsung mau membantu mereka tanpa
ada rasa berat dihati.
Dimas ngejelasin panjang lebar
tentang apa ja yang dibutuhkan dan konsep awalan yang mereka diskusikan
sebelumnya.
Dan sejak saat itu, cerita antar
GOEMA dan IPA G dimulai.....
>>>>bersambung
