Berlanjut lagi cerita tentang anak IPA G,
"Mas, ntar sore kita latihan yaa...." bacaku dalam hati sambil jalan kaki ke rumah nenek. Harus ke pamekasan ini, maklum saat itu aku lagi ada di rumah orang tuaku di desa Bicorong. Ibuku sempat marah karena aku masih saja sibuk padahal aku sudah liburan. Sore hari langsung berangkat ke pamekasan dengan naik angkot. Sesampainya di jalan Stadion, Maudina menjemputku dengan matic entah milik siapa.
Cemburu ?
bincang-bincang di jalan dengan Maudina, nostalgia masa-masa 2 tahun lalu saat bersama dengan D'sargazum. Tibanya di sekolah, tambah rindu masa-masa SMA yang baru berlalu kurang dari 1 tahun lalu.
Insane......lantai kelas XIII sudah dikeramik dan dipenuhi dengan fasilitas penunjang yang berbeda 100% dari saat aku masih dengan seragam abu-abu. Jadi cemburu sosial dengan adik kelasku. Mereka tidak akan merasa kepanasan, sumpek, air merebes kalau hujan atau saat-saat paling menjengkelkan waktu sekolah. "Harus bisa nerima!!!", aku tekankan ke dalam pikiranku agar berhenti cemburu lagi. Ex-kantin juga sudah jadi kelas + fasilitas standard RSBI yang seharusnya.
Latihan pertama
Shita,reta dan beberapa anak IPA G sudah mulai berlatih tari. "Eh....mas yuli......mas mamoenk.......mas goema", semua teriak setelah melihat kehadiranku. Sungguh senang melihat mereka bersifat seperti itu kepadaku.
Berbeda dengan anak tari, anak drama kesulitan untuk berlatih karena naskahnya belum selesai. Tolong mengertilah..... ide-ide dalam otak saya sudah kritis terganti materi-materi kuliah PWK.
"Ya.....latian sendiri dulu dek ya!, latian babak I atau II saja!",ngasih saran tanda bersalahku pada mereka.
Ruang kesenian yang direncanakan sebagai tempat latihan juga masih digunakan oleh kelas lain. Mulai males, anak-anak sudah mulai banyak yang pulang. Latian pertama belum dapat memberikan hasil yang memuaskan.
Latihan kedua
Sore hari di ruang kesenian. Berlatih dengan alat musik gamelan membuat latihan ini berbeda dengan latihan drama yang pernah aku lakukan dengan teater Gita Teater. Senyum-senyum mereka menghapus rasa lelah dan males buat ngelatih mereka. Seperti tak ada beban dalam melatih mereka.
Ayo pulang..................Reta membelikan aku pentol roni. Jadi sungkan ke dia dan Shita waktu itu. Hal yang paling ku benci dari latihan kedua ini, mereka tidak memberikan kabar atau bahkan hanya janjian untuk latian. Tiba-tiba saja arul menjemputku ke rumah dengan tampang polos dan tanpa dosa. :P
++
"Mas, nanti malem kita latihan lagi yaa!" Gubbrakkk..... sudah jatuh ketimpa tangga pula. Kapan nih aku bisa jalan-jalan bersama dengan teman2ku?.
.....
> Bersambung
0
Posted by Unknown in
