D’Sargaszum
Miss Them! <3

D’Sargaszum merupakan nama lain dari kelas X-F’09 RSMAN BI I Pamekasan. Berbagai kenangan mereka lalui bersama selama ± 1 tahun.

Pegas merupakan ajang tahunan yang biasa diadakan oleh R SMAN BI I Pamekasan untuk menjadi wadah dalam menuangkan aspirasi dan bakat siswa terutama siswa kelas satu. Kegiatan ini menjadi ajang yang tidak terlupakan untuk R SMAN BI I dan termasuk X-F yang ikut andil dalam kegiatan ini.
X-F membuka stan dan ikut menampilkan drama dengn judul Cinta Gila

Nanda, Fiqi, Reta, Elvin, Firda, Jajul, Aryo, Ela sebagian anggota D’Sargaszum yang bertugas  menjadi editor,sutradara,produser dan lain-lain dibantu oleh anak D’Sargaszum yang lain. Maaf, tidak bisa admin sebutkan satu-satu nama dari masing-masing anggota D’Sargaszum yang lain.

Demi mendapatkan hasil yang maksimal, mereka berlatih dan mempersiapkan semuanya dengan detail selama 4bulan.

Tanpa sengaja, Firda (salah satu siswi X-F) meminta bantuan kepada Goema tentang bagaimana caranya membuat sebuah pementasan drama yang baik. Sebagai catatan, Goema adalah anggota teater GITA SMANSA. Tanpa disadari, Goema menjadi mentor mereka dalam berlatih untuk pementasan pegas nanti. Sejak saat itu, persahabatan diantara Goema dan anak-anak D’Sargaszum terjalin sangat erat hingga sekarang.

Pegas dilaksanakan tanggal 18-19 Juni 2010 di R SMAN BI I Pamekasan. Acara ini berjalan sesuai dengan rencana walaupun aada sedikit  permasalahan teknis yang dapat diatasi dengan baik oleh anak D’Sargaszum.

Ini adalah beberapa foto-foto waktu Pegas’10 :

Ini adala barang-barang yang dijajakan di Stan D’Sargaszum. Melenceng sedikit dari tema yang cenderung horor dan misteri, yang dijajakan disini adalah pernak-pernik ‘unyu2’ kesukaan remaja perempuan. Seperti boneka Tweety dan Tanzania diatas.




Ditengah kesibukan D’Sargaszum menata stan mereka pada H-1, mereka masih sempat untuk mengambil foto bersama. Terbukti bahwa mereka enjoy dengan saat-saat ini








Setelah pementasan selesai, mereka berkumpul di kelas X-F untuk evaluasi. Lelah,senyum bahkan sedih dapat dilihat di ruangan tersebut. Mereka bersedih karena harap-harap cemas karena ini adalah kegiatan terakhir mereka bersama sebagai X-F dan mereka penuh harap untuk tetap menjadi sahabat selamanya.:L

Aryo = Editor

Kelelahan memang menjadi resiko yang harus dihadapi oleh anak D’Sargaszum. Seperti yang dialami Aryo, walaupun dia bukan sutradara atau produser tetapi kerjanya lebih berat dibanding yang lain. Di rumah, sekolah, bahkan saat kerja kelompok dia masih tetap harus mengerjakannya. Hal ini tidak dia jadikan beban karena dia menganggap bahwa semua itu adalah karyanya yang tidak akan sia-sia apabila diperjuangkan. Kesimpulannya, semua anak D’Sargaszum harus berterima kasih kepada Aryo yang mengedit sedemikian rupa naskah mereka sehingga menjadi sebuah mahahkarya X-F.

Jangan salah saat melihat mereka berdua, di dalam naskah cerita mereka berperan sebagai dua prajurit. Eran mereka berdua sangat kocak dan menjadi bagian yang paling dianggap special oleh anak D’Sargaszum. Sekilas mereka seperti anak kembar :P




Miss U All <3
Ingatlah masa-masa indah ini, jangan pernah lupakan setiap kebersamaan kita. Tidak berharap lebih, hanya sebagian kecil ruang dalam pikiran dan hatimu yang berisi kenangan D’Sargaszum. 






Leave a Reply